SUMENEP – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sumenep Pusat Madiun sukses menyelenggarakan Tes Jago sebagai salah satu rangkaian wajib menjelang pengesahan calon warga tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 13 hingga 14 Juni 2026, di Tanah Padepokan PSHT Cabang Sumenep, Jalan Jembatan Separse, Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep.

Sebanyak 108 calon warga dari berbagai ranting di wilayah daratan maupun kepulauan mengikuti tahapan tersebut. Peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep, termasuk Ranting Arjasa serta wilayah kepulauan lainnya seperti Masalembu.

Tes Jago merupakan salah satu tradisi yang telah lama menjadi bagian dari proses pembinaan di lingkungan PSHT. Tahapan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan ayam jago yang dibawa peserta, tetapi juga menjadi simbol untuk mengukur kesiapan mental, spiritual, dan fisik calon warga sebelum memasuki prosesi pengesahan.Ketua Panitia, Moh. Hosni, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sesuai rencana.

“Tes Jago kami laksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta sebanyak 108 calon warga yang berasal dari berbagai kecamatan, termasuk Arjasa dan Masalembu. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Teguh, peserta tertua yang berasal dari Komisariat Bandara Trunojoyo Sumenep, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan yang telah dijalani hingga saat ini.“Alhamdulillah saya sudah menyelesaikan beberapa tahapan tes, termasuk pemeriksaan kesehatan ayam jago, dengan lancar tanpa kendala. Semoga seluruh proses menuju pengesahan nanti juga diberikan kelancaran,” katanya.

Ketua PSHT Cabang Sumenep, Abd. Razak, menegaskan bahwa Tes Jago bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter calon warga agar memiliki kesiapan lahir dan batin sebelum resmi menjadi warga PSHT.

Menurutnya, perjalanan yang ditempuh para calon warga hingga mencapai tahap tersebut merupakan proses panjang yang penuh pembinaan dan penggemblengan. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu memahami makna di balik setiap tahapan yang dijalani.“Perjalanan yang telah ditempuh adik-adik hingga mencapai tahap ini bukanlah proses yang singkat.

Berbagai bentuk pembinaan dan penggemblengan telah dilalui sebagai bekal menuju pengesahan. Tes Ayam Jago menjadi salah satu tahapan penting yang mencerminkan kesiapan, baik secara fisik maupun mental,” ungkap Abd. Razak.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah resmi menjadi warga PSHT, tanggung jawab yang diemban akan semakin besar. Para calon warga diharapkan mampu menjaga kehormatan organisasi, memelihara nilai-nilai persaudaraan, serta mengamalkan ajaran Setia Hati Terate dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kelak setelah resmi menyandang status warga PSHT, tanggung jawab yang diemban akan semakin besar. Karena itu, jagalah kehormatan organisasi, peliharalah nilai-nilai persaudaraan yang menjadi jati diri PSHT, serta wujudkan ajaran Setia Hati Terate dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” pesannya.

Dengan berakhirnya pelaksanaan Tes Jago, para calon warga kini selangkah lebih dekat menuju prosesi pengesahan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk warga PSHT yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kematangan mental, moral, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan sebagai ruh utama organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *