BONDOWOSO, 20 September 2026 — Aliansi Eksekutif Bondowoso (AEB) menggelar pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) di Pendopo Bupati Bondowoso, Minggu (20/9/2026). Dalam agenda tersebut, Ahmad Nawawi dikukuhkan sebagai Koordinator AEB.

Ahmad Nawawi diketahui merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Sumenep Leting 2023. Dalam struktur AEB, ia mendapat amanah untuk mengoordinasikan organisasi mahasiswa tersebut dalam menjalankan agenda konsolidasi dan kerja organisasi di Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan pengukuhan mengangkat tema “Optimalisasi Kolaborasi dan Konsolidasi Mahasiswa dalam Memperkuat Peran Strategis bagi Terwujudnya Gerakan Transformatif.” Agenda tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, kepolisian, DPRD, organisasi mahasiswa, serta sejumlah elemen kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Ahmad Nawawi menyampaikan perjalanan singkat AEB sejak organisasi tersebut didirikan pada 8 Juli 2025. Menurutnya, pengukuhan kali ini memiliki arti penting karena menjadi pengukuhan resmi pertama yang dilaksanakan AEB sejak berdiri.

«“AEB didirikan pada 8 Juli 2025. Hari ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya AEB menyelenggarakan pengukuhan secara resmi,” kata Ahmad Nawawi.»

Ia menjelaskan, AEB dibentuk sebagai ruang konsolidasi mahasiswa di Kabupaten Bondowoso. Keberadaan organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah pertemuan antarmahasiswa, tetapi juga mampu menjadi ruang komunikasi, penyampaian aspirasi, pertukaran gagasan, serta respons terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Menurut Ahmad Nawawi, konsolidasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun gerakan mahasiswa yang terarah. Karena itu, pengukuhan dan RAKERDA diharapkan dapat menjadi awal untuk memperkuat soliditas internal sekaligus memperluas kerja sama dengan berbagai elemen di daerah.

Dorong Gerakan Mahasiswa Berbasis Kerja Nyata

Pesan mengenai pentingnya gerakan mahasiswa juga disampaikan Koordinator Wilayah BEM Nusantara Karesidenan Tapal Kuda. Ia mengingatkan agar organisasi mahasiswa tidak terjebak pada kegiatan yang bersifat seremonial.

«“Jangan banyak acara seremonial, yang penting gerakannya.”»

Pesan tersebut menekankan pentingnya keberadaan organisasi mahasiswa diukur melalui kontribusi dan kerja nyata. Konsolidasi yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan kajian, advokasi, gagasan, serta kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur memberikan perspektif mengenai perjalanan gerakan mahasiswa di Indonesia. Ia menyebut perkembangan berbagai aliansi BEM sebagai bagian dari dinamika gerakan mahasiswa yang tumbuh setelah era reformasi.

«“Aliansi-aliansi BEM di Indonesia ini adalah produk pascareformasi.”»

Menurutnya, terbukanya ruang kebebasan berorganisasi harus diikuti dengan kemampuan mahasiswa membangun komunikasi, memperkuat konsolidasi, dan menjalankan peran kemahasiswaan secara bertanggung jawab.

Bupati Bondowoso Bagikan Pengalaman Berorganisasi

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bondowoso juga menyampaikan sambutan sekaligus membagikan pengalaman ketika dirinya aktif dalam organisasi mahasiswa pada masa lalu.

Pengalaman tersebut menjadi refleksi mengenai pentingnya organisasi sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda. Melalui organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, berdiskusi, membangun jaringan, serta memahami berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.

Pengalaman berorganisasi dinilai tidak hanya berkaitan dengan jabatan struktural, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial.

Amanah Ahmad Nawawi

Pengukuhan Ahmad Nawawi sebagai Koordinator AEB menambah catatan perjalanan aktivitasnya di lingkungan kemahasiswaan. Sebagai warga SH Terate Cabang Sumenep Leting 2022, keterlibatannya dalam organisasi mahasiswa menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas dan pengalaman kepemimpinan.

Namun, peran Ahmad Nawawi sebagai Koordinator AEB merupakan amanah dalam organisasi mahasiswa. Posisi tersebut tidak secara otomatis mewakili sikap maupun keputusan organisasi SH Terate.

Nilai-nilai persaudaraan, tanggung jawab, dan budi luhur yang menjadi bagian dari pembentukan karakter warga SH Terate dapat menjadi bekal personal dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial dan organisasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan RAKERDA AEB. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas arah kerja serta program organisasi ke depan.

Dengan pengukuhan tersebut, AEB memasuki fase baru dalam perjalanan organisasinya sejak berdiri pada 8 Juli 2025. Tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan semangat kolaborasi dan konsolidasi ke dalam program serta kerja nyata yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Bagi Ahmad Nawawi, amanah tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian dan pembelajaran dalam membangun komunikasi, kepemimpinan, serta kontribusi positif di lingkungan mahasiswa dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *